mimbarku
NASIONAL

Pengawal Perdamaian Dunia TWPG dan USM Bedah Buku "Dari Tanah Jantan Membela Hutan", Semangat Baru di Tengah Krisis Iklim

13 Jun 2026 • 09:45 WIB | reporter
Bagikan:
Watermark Mimbarku

RIAU, PEKANBARU – Dunia lingkungan hidup di Riau kembali bergemuruh. Pakar lingkungan sekaligus pejuang ekologis terkemuka, Dr. Elviriadi, dijadwalkan  membedah karya literatur terbarunya bertajuk “Dari Tanah Jantan Membela Hutan (Setengah Abad Perjuangan Ekologis Dr. Elviriadi)” pada Senin, 15 Juni 2026.

Acara bergengsi tersebut akan digelar di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau  Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, mulai pukul 09..00 WIB hingga selesai.

Momentum ini diprediksi menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan gerakan lingkungan hidup di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau yang selama puluhan tahun bergulat dengan persoalan deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, serta ekspansi korporasi yang menggerus ruang hidup masyarakat.

Lebih istimewa lagi, bedah buku ke 14  tersebut ditaja oleh Pengawal Perdamaian Dunia (The World Peace Guard) dengan Lembaga UIN Suska Mengajar (USM).
Ruslan SE SH selaku Ketua Umum TWPG menyatakan rasa hormat atas dedikasi panjang Dr. Elviriadi yang tanpa lelah menyuarakan penyelamatan lingkungan dari bumi lancang kuning.

Ruslan yang dikenal sebagai Ketua APINDO Kota Dumai dan Penggagas Kredit Carbon iti menerangkan Buku “Dari Tanah Jantan Membela Hutan” bukan sekadar karya tulis biasa. Buku ini merekam jejak panjang perjuangan ekologis Dr. Elviriadi selama setengah abad mulai dari advokasi penyelamatan hutan, kritik terhadap praktik eksploitasi alam, hingga pembelaannya terhadap masyarakat adat dan kelompok rentan yang terdampak kerusakan lingkungan.

Dihubungi terpisah, Indra selaku Ketua USM menerangkan dalam setiap lembaran buku ini pembaca akan disuguhkan realitas keras tentang konflik ekologis, ketimpangan pengelolaan sumber daya alam, serta keberanian seorang akademisi yaitu Dr Elviriadi yang memilih berdiri di garis perjuangan ketimbang menikmati kenyamanan kekuasaan maupun fasilitas korporasi.

"Beliau adalah pembina organisasi kami, kami salut juga sebagai mahasiswa  atas sosok Pak Elv yang konsisten menjaga integritas perjuangan. Hal itu nampak dari  kutipan tajam yang terpampang di sampul bukunya:

“Lebih Baik Makan Nasi Dengan Garam, Daripada Menerima ‘Oleh-Oleh’ Korporasi Hitam.”

Tokoh Riau yang akan hadir diantaranya Asri Auzar, Sofyan Hamzah, Wan Abu Bakar, T.Heriyanto, Kasdam Tuanku Tambusai, Bupati Bengkalis, Fachri Yasin, HMI, KAMMI, GMNI, Rektor se Riau, Jikalahari, Walhi, Utusan Polda Riau dan banyak lagi.

Didapuk sebagai Pembedah Buku : Dr.Husnu Abadi, M
Prof Dr Edi Erwan dan Made Ali.

Adil ketua panitia mengharapkan  bedah buku ini tidak hanya menjadi seremoni intelektual semata, tetapi juga menjadi alarm kesadaran bagi publik tentang pentingnya menjaga kelestarian alam di tengah derasnya arus eksploitasi sumber daya.

Selain itu, kata pemuda flamboyan Sungai Pakning ini, buku Pak Dr Elv ini diyakini dapat menjadi referensi penting bagi generasi muda, pegiat lingkungan, mahasiswa, hingga para pengambil kebijakan agar tidak kehilangan arah dalam memperjuangkan masa depan bumi yang lebih lestari.

Di tengah kondisi lingkungan yang terus menghadapi ancaman serius, kehadiran buku ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga hutan dan alam bukan sekadar tugas aktivis, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.***

Login untuk menyampaikan komentar

Lanjutkan dengan Google